Photos

    IMG_9556.jpg IMG_0446.jpg IMG_8744.JPG
  • Pages

    • 2008 Exploration
    • About Us
    • Archive
    • Contact Me
    • Photography
      • Odesya Exploration
      • Travel Photography
  • Mount Welirang - Arjuno apa beda backpacker sama tourist? Petualang Ziarah Inside Baduy menjadi pmulung di taman nasional gede-pangrango Ujung Kulon Eplore Desa Taman Jaya - Ujung Kulon Kongkong di Gunung Bawakaraeng Ngintip Owa di Taman Nasional Gunung Halimun Only picnic on Mt. Arjuno; and mt. Welirang The RoadHome from mt.Kerinci Meru Betiri Jungle Trekking Customize your trip Ujung Kulon JUngle Trekking Krakatoa Volcano Hiking Lombok - Komodo Sailing and Flores Overland Trekking di Jalan Aspal Taman Nasional Alas Purwo Desa Taman Jaya - Ujung Kulon Perjalanan Ke Desa Wisata Sawarna Kupang - Pulau Rote - Nembrala Beach
  • Categories

    • Article (11)
    • Ecotourism Destination (9)
    • Exotic Destination (12)
    • Gunung (18)
    • Hutan Cagar Alam (5)
    • Ngoceh Ngarang (2)
    • Others (4)
    • Petualangan (15)
    • Program (5)
    • Taman Nasional (17)
    • Trip on Schedule (1)
  • Blogroll

    • Odesya Exploration Photo
    • Plugins
    • Themes
    • WordPress Planet

« 5 detik di puncak selatan merapi
Mendaki Mahameru »

Mendaki Gunung Rinjani

July 2nd, 2002

Sepanjang perjananan anda pasti akan menemukan “keanekaragaman hayati” sebagai kekayaan alam. Lindungilah ia sebagaimana anda menyayangi diri anda sendiri.Bunyi penutup brosur cantik, Ber subject “bersahabat dengan Alam” hasil kerjasama TNGR-NZODA.

Tak hujan lebih dari 7 bulan di lombok, jalur pendakian sembalun lawang tampak kering, air disungai mulai menghilang dan padang sabana yg luas nampak menguning dan sebagian areal sabana sedikit menghitam bekas terbakar entah terbakar oleh teriknya matahari atau karena ulah manusia!?. Tapi setidaknya padang rumput selalu berusaha untuk tumbuh setelah terbakar. Jalur trekking yg berdebu menjadi bagian yg sulit untuk dilupakan.

Sepanjang perjalanan, pendaki lokal dan pendaki bule mendominasi jalur-jalur trekking. Pendaki lokal umumnya hanya untuk pergi memancing didanau atau berendam di hot spring water (mata air panas).

***

Porters di rinjani

Ingat porters ingat sama nama Tenzing Vorgay, ia adalah orang serpha.orang yg pertama kali mencapai puncak everest bersama Edmund Hillary,walaupun nama Hillary lebih terkenal ketimbang Porternya (Tenzing Vorgay).

Di Indonesia, Dayak people pernah dipilih sebagai porters dalam expedisi ke puncak cartensz pyramid, cerita lucu yg saya masih ingat adalah Porters ingin membawa Salju pulang ke kalimantan.

Bertariff rata-rata Rp. 40.000 / orang / hari, Rinjani trekking ternyata memiliki 300 orang porters. Rinjani adalah Gunung yg paling banyak didaki oleh orang-orang yg menurut porter kebanyakan berasal dari jerman,francis, austria, Inggris dan beberapa negara di eropa dan tentu membutuhkan banyak porters. pendaki asal eropa umumnya menggunakan porters. Berbekal sebatang bambu, daypack kecil, kain sarung, ketel, pisau plus sendal jepit itulah perlengkapan sederhana porter.Porters tak hanya membawa barang-barang milik pendaki tapi porter dirinjani pun pandai memasak dan sedikit fasih berbahasa inggris.

***

Leave only for footprints adalah semboyan lama bagi para pendaki, tapi kini semboyan lama itu mulai akan terkubur, ketika Pos-pos pendakian ke gunung rinjani mulai di sediakannya tong sampah dan sanitasi gantung (jamban). Ini mulai terlihat ketika sampai di pos 2 trekking sebelum masuk yg namanya jalur penderitaan yg panjang. Sedikit melelahkan!?.

Rasa lelah sirna begitu saja, ketika tiba diplawangan, gumpulan awan putih yg tebal seakan ingin tidur-tiduran diatasnya dan dikejauhan nampak jelas gunung agung menampilkan pemandangan yg menakjubkan. Menikmati indahnya alam di puncak rinjani memiliki kenikmatan tersendiri, bersantai di danau segara anak sambil memancing membuat rasa lelah dan kaki yg terasa sakit mulai perlahan-lahan mereda.Bersantai sambil makan sore plus ikan karper bakar bikinan porter..

Hmm.

melewati tebing terjal ditengah pepohonan cemara dalam Perjalanan turun menuju ke plawangan 1 yg indah dan padang sabana yg luas plus ladang edelweis sebelum masuk hutan, teriknya matahari sedikit menyengat kulit.

***

Seperti biasanya, ketika melintasi hutan tropis yg alami menuju desa senaru. nyanyian suara alam, kicauan burung-burung dan kadang kala beberapa monyet sedang asik bergelayutan di pohon - pohon tinggi menjadi penyejuk hati dalam perjalanan turun ke desa senaru. didalam hutan senaru yg panjang, aku sendirian berjalan kang hendri bersama porter sudah duluan turun, sementara teman yg lainnya masih tertinggal jauh dibelakang.

kulihat seekor monyek yg dengan santainya memakan pisang, Ah, mungkin pemberian si cewek-cewek bule yg akan mendaki tadi.kok aku kepengen pisang ya…,akhirnya sampai juga di desa senaru.

Rinjani trekking menjadikan pengalaman yg menakjubkan.

***

Waktu kunjungan terbaik disarankan bulan juni-agustus, dimana dalam bulan-bulan ini cuaca nampak cerah dan dipuncak rinjani dipagi hari angin bertiup sepoy-sepoy dan hamparan kabut putih tampak terdiam.

“Feel the wind on your face and the warm sun on your hand”

Lombok island, 21 Juni 2002 - 02 Juli 2002


This entry was posted on Tuesday, July 2nd, 2002 at 4:35 pm and is filed under Gunung.

Leave a Reply

Powered by WordPress with White as Milk Theme designed by Azeem Azeez.
Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS.