Hutan Hujan kita
Monday, December 3rd, 2007Hari ini, di bali mulai konfrence ttg Global Warming, saya tidak yakin pakah konfrence akan membuat Hutan Hujan kita, tempat saya sukabermain… tetap bertahan dan membuat saya ingat dengan Pak
Emil salim, ada tulisan lamanya yang masih saya simpan, dan pernah saya post di milis
ini mengingatkan kenangan lama saya ketika pulang ke kampung halamanibu, di Oku - sumatra selatan kemarin, saya lahir di pinggiran sungaiogan ynang juga menjadi tempat saya kecil mandi dan belajar berenang,ternyata masih bersih dan mengalir deras kemarau panjang tahun ini takmembuat sungai kehilangan air, walaupun hidupan sudah berlangsung lebih
dari 30 tahun kami meninggalkan kampung halaman, rumah-rumah tua tahangempa masih berdiri tegak dan tampak cantik, ada yang tak berubah pemudakampung terkadang masih suka saling Bunuh seperti palestina aja…
ada banyak kenangan yang saya masih ingat tentang Kampung kami, dan anak saya begitu senang mandi di sungai ini.
Hutan nya masih bagus pikirku, dan Pohon -pohon durian, duku dan buah-buahan lainya masih ada, dan makin besar saja, saya jadi ingat waktu kecil di sebuah Kampungan (kampungan kami menyebutnya untuk hutan yang di tumbuhi durian dan duku, juga pohon besar lainnya. di hulu sungai Hutan mungkin masih terjaga baik.
ini berbeda sekali dengan kampung ibu yang baru di lampung, tahun ini kata ibu kebun dan sawah mulai kesulitan air, hutan di pinggiran kawasan taman nasional sudah habis! gunung mulai gundul…
semoga aja, Bapak-bapak kita dan para penguasa negeri ini mulai belajardari budaya kearifan massa lalu, Bingung mau nulis apa ttg Global Warming? mungkin 10 Tahun lagi Bumi akan tenggelam? mungkin 50 tahun lagi, meniru ucapan dalam artikel menarik NG edisi Desember tentang Bethlehem 2007!
Bumi ini mungkin akan sangat kacau, kalau kita tidak mulai belajar dari Orang desa, orang kampung dan Hidupan masyarakat lokal yang bersahabat dengan Alam.
ARIS