menjadi pmulung di taman nasional gede-pangrango
Monday, January 28th, 2008Sebagai taman nasional yg paling dekat dengan Jakarta, tak heran kalau taman nasional ini termasuk nomor 1 dalam angka jumlah kunjungan wisatawan, dan sebagai penikmat alam, saya suka menyebut TNGP tak lagi tempat penelitian, pendakian, dan pendidikan lingkungan tapi sudah berubah menjadi Gunung wisata, bagaimana tidak!?
Setiap minggu TNGP dikunjungi paling sedikit 600 orang, berarti dalam satu tahun kunjungan +/- 25.000 orang telah mengunjungi taman nasional yg punya luas +/- 14.000 ha, dan belum lama ini luasnya ditambah menjadi
+/- 2000 ha menjadi kebanggaan masyarakat Jawa barat.
Sebagai taman nasional yg paling padat kunjungan wisatawannya, tak pelak lagi, dampak buruk dari membludaknya orang yg berkunjung ke taman Nasional ini, Pasilitas umum seperti Toilet yg ada di beberapa selter, bisa dibilang seperti tempat Pembuangan Sampah Nuklir, tak satupun ada yg mau mendekatinya, tentu dalam aktifitas ini, Taman nasional gede-pangrango mendapat julukan gunung sampah, kotor, dan geleh ceu bahasa sunda mah.
Setelah diterapkannya system quota, TNGP perlahan-lahan mulai belajar bersih dari sampah - sampah non-organik.
Atas dasar itu pula, kami bersama teman-teman yg tergabung dalam komunitas alam bebas Highcamp the adventures communities mencoba untuk mengadakan kegiatan bersih gunung nasional 2003 yg di pusatkan di Taman nasional gede-pangrango yg di berinama “Opsih TNGP 2003″ dan berrharap bisa ikut serta berpartisipasi dalam “clean up the world day 2003″.
Peserta yg kami perkirakan berjumlah 200 orang, ternyata jauh dari harapan. Setelah daftar ulang, ternyata yg ikut serta dalam kegiatan ini +/- 130 orang, yg terdiri dari beberapa kalangan masyarakat, dari Peserta SMU, mapala di lingkungan perguruan tinggi, juga peserta dari beberapa perusahaan yg ada di jabotabek.
Pagi hari, sabtu 11 oktober 2003 semua peserta telah sabar berkumpul di halaman parkir Kantor Balai Taman Nasional Gede-Pangrango, dan seperti biasa acara pembukaan dimulai dalam rangka kegiatan Bersih Gunung TNGP, pak ketua Pelaksananya mengatakan “kita datang kesini tidak untuk mendaki, kita datang untuk membersihkan Gunung ini”.
Tak lama, sambutan dari Wakil kepala Taman nasional gede pangrango yg lumayan bersahabat dimulai, wah.. Sambutannya lumayan berisi, walaupun hanya beberapa menit, antuasias peserta Opsih begitu serius mendengarkan ceramah singkat ini.
“Taman Nasional TNGP punya sebutan TNGP bergetar, katanya. Taman nasional yg tak hanya terkenal dengan Jumlah kapasitas sampah non-organiknya, tapi geleuh, kotor, dan .. Aduh, aku lupa dia bilang apa kemarin itu. Namun katanya sejak diterapkan sistem quota 300 dari jalur cibodas, 200 dari jalur Gunung putri dan 100 dari jalur salabintana, sampah di taman Nasional ini perlahan-lahan mulai berkurang, ini juga berkat bantuan para valunter yg rela hati untuk datang membersihkan Gunung ini, katanya.
Setelah mendengarkan cermah singkat, kordinator lapangan kami mulai mengumumkan tatacara kegiatan, dimana kami dibagi dalam 5 kelompok besar yg setiap kelompok wajib membersihkan area yg telah di tentukan.
Berbekal sapu kecil dan alat garuk sampah yg mungil, kami semua begitu antusias untuk memulai perjalanan menuju area yg telah ditentukan di temani ketua plyer(nggak apa sih plyer) dan asisten plyer.
Hujan yg mulai turun di sore hingga malam, tak menghalangi niat kami semua untuk belajar membersihkan semua area di sepanjang jalur cibodas hingga puncak gede, Minggu 12 oktober 2003, di pagi yg dingin kami mulai bergerak untuk memungut sekecil apapun sampah yg kami temukan. Kebetulan saya yg tergabung dalam plyer 03 tak ketinggalan untuk mulai memulung sampah - sampah plastik, dalam kegiatan ini, kelompok kami berhasil mengumpulkan sebagai 16 karung sampah, walaupun tak semua sampah bisa terangkut, dikarenakan banyaknya sampah terdapat di jurang-jurang, sulit untuk mengambilnya.
Menjelang siang, semua perserta mulai bergerak turun dan hampir semua peserta membawa karung di pundaknya, dalam hitungan terakhir menjelang sore ini, tercatat sebanyak 94 karung lebih sampah berhasil kami turunkan dari Kawasan Taman Nasional Gede - Pangrango dan langsung di angkut dengan truk sampah bantuan dari Pemda Tk.2 Cianjur untuk di buang di TPA.
Semua peserta begitu senang dan gembira dengan kegiatan ini, walaupun kami sebagai panitia dan juga peserta mempunyai banyak keterbatasan dan segala kekurangan dalam kegiatan kali ini, Alhamdullillah, semuanya bisa berjalan seperti yg kami harapkan.
++ARIS