Mendaki Gunung Rinjani
Tuesday, July 2nd, 2002Tak hujan lebih dari 7 bulan di lombok, jalur pendakian sembalun lawang tampak kering, air disungai mulai menghilang dan padang sabana yg luas nampak menguning dan sebagian areal sabana sedikit menghitam bekas terbakar entah terbakar oleh teriknya matahari atau karena ulah manusia!?. Tapi setidaknya padang rumput selalu berusaha untuk tumbuh setelah terbakar. Jalur trekking yg berdebu menjadi bagian yg sulit untuk dilupakan.
Sepanjang perjalanan, pendaki lokal dan pendaki bule mendominasi jalur-jalur trekking. Pendaki lokal umumnya hanya untuk pergi memancing didanau atau berendam di hot spring water (mata air panas).
***
Porters di rinjani
Ingat porters ingat sama nama Tenzing Vorgay, ia adalah orang serpha.orang yg pertama kali mencapai puncak everest bersama Edmund Hillary,walaupun nama Hillary lebih terkenal ketimbang Porternya (Tenzing Vorgay).
Di Indonesia, Dayak people pernah dipilih sebagai porters dalam expedisi ke puncak cartensz pyramid, cerita lucu yg saya masih ingat adalah Porters ingin membawa Salju pulang ke kalimantan.
Bertariff rata-rata Rp. 40.000 / orang / hari, Rinjani trekking ternyata memiliki 300 orang porters. Rinjani adalah Gunung yg paling banyak didaki oleh orang-orang yg menurut porter kebanyakan berasal dari jerman,francis, austria, Inggris dan beberapa negara di eropa dan tentu membutuhkan banyak porters. pendaki asal eropa umumnya menggunakan porters. Berbekal sebatang bambu, daypack kecil, kain sarung, ketel, pisau plus sendal jepit itulah perlengkapan sederhana porter.Porters tak hanya membawa barang-barang milik pendaki tapi porter dirinjani pun pandai memasak dan sedikit fasih berbahasa inggris.
***
Leave only for footprints adalah semboyan lama bagi para pendaki, tapi kini semboyan lama itu mulai akan terkubur, ketika Pos-pos pendakian ke gunung rinjani mulai di sediakannya tong sampah dan sanitasi gantung (jamban). Ini mulai terlihat ketika sampai di pos 2 trekking sebelum masuk yg namanya jalur penderitaan yg panjang. Sedikit melelahkan!?.
Rasa lelah sirna begitu saja, ketika tiba diplawangan, gumpulan awan putih yg tebal seakan ingin tidur-tiduran diatasnya dan dikejauhan nampak jelas gunung agung menampilkan pemandangan yg menakjubkan. Menikmati indahnya alam di puncak rinjani memiliki kenikmatan tersendiri, bersantai di danau segara anak sambil memancing membuat rasa lelah dan kaki yg terasa sakit mulai perlahan-lahan mereda.Bersantai sambil makan sore plus ikan karper bakar bikinan porter..
Hmm.
melewati tebing terjal ditengah pepohonan cemara dalam Perjalanan turun menuju ke plawangan 1 yg indah dan padang sabana yg luas plus ladang edelweis sebelum masuk hutan, teriknya matahari sedikit menyengat kulit.
***
Seperti biasanya, ketika melintasi hutan tropis yg alami menuju desa senaru. nyanyian suara alam, kicauan burung-burung dan kadang kala beberapa monyet sedang asik bergelayutan di pohon - pohon tinggi menjadi penyejuk hati dalam perjalanan turun ke desa senaru. didalam hutan senaru yg panjang, aku sendirian berjalan kang hendri bersama porter sudah duluan turun, sementara teman yg lainnya masih tertinggal jauh dibelakang.
kulihat seekor monyek yg dengan santainya memakan pisang, Ah, mungkin pemberian si cewek-cewek bule yg akan mendaki tadi.kok aku kepengen pisang ya…,akhirnya sampai juga di desa senaru.
Rinjani trekking menjadikan pengalaman yg menakjubkan.
***
Waktu kunjungan terbaik disarankan bulan juni-agustus, dimana dalam bulan-bulan ini cuaca nampak cerah dan dipuncak rinjani dipagi hari angin bertiup sepoy-sepoy dan hamparan kabut putih tampak terdiam.
“Feel the wind on your face and the warm sun on your hand”
Lombok island, 21 Juni 2002 - 02 Juli 2002