Mendaki Argopuro
Thursday, October 3rd, 2002Jum’at 4/10/02 jam 13:00, kami kumpul di terminal Rawa Mangun, bersama reptil backpacking aku datang terlambat karena bus Luar kota yg aku tumpangi suka datang terlambat.
Menunggu Bus sudah menjadi cerita lama, kalau bus suka juga telat datang akhirnya, kami lapor ke loket untuk pindah bus. kebetulan ada Bus yg ke Denpasar. kami memutuskan naik bus lorena jurusan denpasar dan berharap bisa turun di Besuki - SituBondo. jam 15:00 bus mulai melaju kencang hehehe.
Sabtu 5/10/02 jam 08:00 lewat dikit Bus telah tiba di besuki, beli tambahan logistik terus sarapan pagi pake tahu tempe plus pecel ala besuki.. uenaakkk tenaann. terus kang Hendri nawar becak untuk menuju ke angdes jurusan Baderan.Naik becak agak jauh, ongkosnya pun kami tambah… walah jauh kok cuma rp.1000 pikir kami.
jam 09:00 juga kelewatan dikit lagi (maklum suka males lihat Jam), angdes pun berangkat menuju Desa di dataran tinggi Iyang timur bernama Baderan.. wow,
sepanjang perjalanan.. Kang hendri berkali-kali ngomong.. “DryLand…Dryland” erwin dan mba jennie bobo … aku melongok kiri kanan tanda heran..
perjalanan menuju baderan suhu udara menjelang siang sangatlah panas, belum lagi pemandangan pegunungan yg habis di cukuri pake gillete, menjadikan ladang-ladang gersang yg menangis.. entah lah, apakah hewan ternak masih bisa makan di pegunungan yg gersang ini.
Angdes (angkutan Desa) terus melaju berkelok mengitari punggungan bukit-bukit, sesekali menanjak dan menikung, kadang-kadang lembah menganga tampak mengerikan akhirnya,jam 11:30 lewat dikit juga, kami tiba di Baderan. seperti biasanya, di Warung pak (aduh lupa namanya) tempat untuk mendaftar diri dan mengisi buku tamu untuk mendaki Argopuro, kami sempatkan sedikit waktu untuk makan siang dan sekalian pesan nasi bungkus. kami juga sempet mampir ke pondokan KSDA - IYANG Timur, ngobrol-ngobrol dikit dan berbagi packing logistik, Jam 13:00 kurang dikit, kami mulai menapakkan kaki menuju jalur pendakian tapi… Tawaran Ojek ke dekat batas hutan membuat kami memutuskan untuk naik ojek saja.. Murah lho, cuma Rp. 6000 udah gitu jauh juga kok.
ngeng..ngeng…. ngeeennng…. aku sempet panik, lihat ojek melaju kencang di bibir bukit, jurang sebelah kanan setiap saat menunggu korbannya.
di bukit-bukit gersang, kami mulai menapakkan kaki menelusuri punggunungannya, udara yg panas membuat kami sedikit kelelahan. begitu pintu hutan sudah terlihat, hati ku senang sekali melihat vegetasi hutan alami yg indah ini, walaupun puncak argopuro tak pernah terlihat. Mba’ jennie langsung jatuh cinta pada argopuro.ada beberapa pohon besar yg telah ditebang, pertanda penebangan pohon masih berlangsung. kami terus berjalan mengikuti jalur pendakian yg menurut kami sangat bagus sekali, jalan setapak yg sempit membuat hutan tetap bisa tumbuh..
jam 17:00 petang.. kami sampai di camp 1, kami memutuskan untuk bermalam di sini baru keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan. Sore begitu cepat berlalu, kami hanya masak air panas dan minum teh, maklum kami masih punya nasi bungkus, terus menjelang malam kami mulai masuk tenda. kang hendri asiik dg SMSnya tak ketinggalan Mba’ Jennie yg suka cengar-cengar kalau dapet sms..
Minggu 6/10/02 jam 04:00 pagi, Ringing HP mba’ Jennie membangunkan kami, wow.. Sunrise ternyata tiba pukul 04:00..tapi mata masih pengen bobo..karena malam menghadirkan mimpi indah.
Aku keluar, teh panas pagi.. wow, terus masak soup jagung yg enakk itu, jam 07:00 pagi packing kami telah siap di gendong untuk melanjutkan perjalanan. aku nggak ketinggalan dengan reptilnya, mulai bersemangat menapaki jalur pendakian di pungungan pegunungan ini.
dalam perjalanan ini, kami mulai menemukan sisa sisa hutan yg terbakar ada beberapa bara api yg terus menyala, aku tetep bandel pengen pake sendal gunung.. hehehe, eh pass lewat pohon.. terus loncat, debu panas mencoba membakar kaki kananku.. ya,lumayan melepuh dikit. aku mulai belingsatan ama kaki yg terus memanas, mba jennie memberikan medical nya..tapi aku tetep bisa berjalan cepat, walaupun rasa perih tak mau pergi dari kaki kananku.
Kami terus berjalan, tak terasa kobaran api menjadikan pemandangan yg mengerikan terlihat dari kejauhan. beberapa pohon sedang terbakar terlihat di sebarang bukit bukit yg menyala. kami tetap melangkahkan kaki, walaupun mba jennie mulai mengalami masalah dengan kakinya.
Jam 12:00 lewat dikit juga, kami tiba di alun-alun kecil dengan padang rumput yg keriting dan mengiring, kami sempatkan memotret disini.. disebelah kanan kira-kira 10 m dari jalur, Api terus menjilati padang rumput ini, bingung.. apa yg bisa kami lakukan.. kecuali terus melangkahkan kaki.
Kami beristirahat sejenak di bawah pohon yg terbakar, tak lama pohon yg baru saja kami lewati pun Tumbang.. duh, seandainya pohon itu menimpa kami !?. Kami terus berjalan dan kembali masuk hutan, tapi api menghadang didepan. kali ini apinya sangat besar, jalurpun terlalap api.. kami memutuskan untuk menunggu apakah bisa terus atau tidak!? sementara api yg diatas terus merambah ke bawah, yg dilembah terus menjalar ke atas mendekati kami.
Kata mba’ jennie, kita tunggu dulu disini… hendri dan aku mencoba melihat dari dekat jalur yg akan kami lalui. ternyata api tingginya lebih dari 3m euy.
Setelah menunggu lebih dari 1/2 jam, kami urun rembuk dan memutuskan untuk berbalik arah, mengingat kepulan asap terus menghantui…
Jam 13:00 lewat, kami kembali berjalan.. dan ternyata api baru saja berlalu di belakang kami.. alun-alun kecil baru saja terbakar, kami melewati bara-bara api.. dan begitu mulai masuk hutan.. disebelah kanan kami api terus menjilat batas jalan setapak. sementara di sebelah kiri agak jauh.. suara gemuruh api terus membakar.. dan menuju ke arah kami. Kali ini, mba’ jennie bisa berjalan cepat.. entah lah, kami begitu cepat berjalan dan tak telalu lama, kami tiba di camp 2 dan memutuskan untuk makan siang.
rencananya kami mau nge-camp disini, tapi merasa nggak pede.. karena ada pohon yg seperti mau tumbang.. Kami memutuskan untuk nge-camp di camp-1, jam 16:00 sore kamu tiba dan bermalam disini.
sore menjelang petang.. wow, aku masak.. goreng ikan asin.. sementara beberapa monyet asik bergelayutan di pohon-pohon tinggi..obrolan malampun dimulai.. ada beberapa masyarakat sekitar yg baru turun untuk mengambil tanaman obat juga memutuskan untuk nge-camp disini.. tapi entah kenapa mereka memutuskan untuk turun saja…walah.. kami mulai sedikit bertanya-tanya kenapa mereka turun!?
belum lagi mba’ jennie cerita massa lalu, membuat aku sedikit merinding.. hehe
Malam terus mengejar pagi, sekumpulan monyet- monyet di malam itu bermain-main di dekat tenda kami… sosok makhluk aneh dari dunia lain, seolah-olah mengawasi kami sementara temen-temen sudah terlelap tidur.
Senin 07/10/02 jam 06:00 bangun pagi.. masak dulu terus berkemas untuk turun, di perjalanan kami bertemu dengan teman-teman dari KSDA, mereka ada 7 orang untuk memantau kondisi hutan yg terbakar. wow, Siang panasnya… Jalur nya nggak ada pohon, Erwin kulitnya item dikit karena terbakar terik matahari.. Kang Hendri kayak Ninja Jepang.. aku pengen kayak Wanita Afghan yg kelihatan cuma matanya doang..
Siang hari jam 13:00, kami tiba dengan selamat di Baderan dan menyampaikan pesan.. Kalau Argopuro ditutup untuk kegiatan apapun. dan Makan siang dulu… wah, murah banget… dan langsung naik angdes lagi ke Besuki terus lanjut ke Probolinggo. di Probolinggo kami masih sempet main ke alun-alun kota, lumayan bisa mengobati kekecewaan kami… hehehe..
Malamnya menginap di hotel Ratna, dan keesokan kami berangkat menuju selter Lorena, Kali ini Bus tak datang terlambat.
Rabu 09/10/02 Jam 06:00 pagi bus tiba di terminal RawaMangun…
Alhamdullillah kami selamat sampai rumah