Archive for January, 2004

Next Entries »

Berharap Hujan di Puncak Salak

Saturday, January 3rd, 2004

Salak, gunung yg paling deket dengan Jakarta juga gunung yg punya julukan gunung yg paling banyak bikin orang nyasar, dan tak hanya itu masih ada sebutan lainnya.
Salak dalam catatan terakhir, status gunung yg tadinya hanya Cagar Alam yg mata airnya di sedot oleh penduduk jakarta, kini telah berubah status menjadi Taman Nasional Halimun - salak, luasnya lumayan lebar, pokoknya kalau di jajaki pake nyikil Insya Allah bikin kaki bengkak deh!
Ikutan event dadakannya Hendri dan Harley yg punya tema Napak Tilas alias Kilas balik pendakian Gunung, dalam kegiatan kemarin sebenernya aku tertarik karena ada Paman Zul, eh.. Nggak taunya Ida si cewek Manis itu ikut juga toh. Kalau saja Jenny ama Abi ikut, klop deh Team latimojong!

Jum’at 16 january 2004 09.00 pagi, janjian ketemuan di Kamp Rambutan, cerita lama ttg karet yg suka melar, uh.. Aku datang lebih awal, teriakan Ida, memanggil.. Eh, Ida sudah datang toh, kemudian Hendri, aku suka karena selalu On time, di susul Om zul, Om harley terlambat dateng, biasalah Jakarta emang selalu macet, ini alasan paling efektif.
Bagi harley, main ke salak terakhir adalah 2 tahun lalu, bagi hendri mungkin sepuluh tahun lalu, nah.. Kalau bagi Ida, ida termasuk salah satu satpam Gunung salak, soalnya dia paling sering ke salak, banyak yg kenal ama Ida euy di Salak.
Cidahu, ini tujuan berikutnya… Hmm, Bus ekonomi jurusan sukabumi udah mulai padet, tapi tak kunjung mau berangkat, Panas dan mulai kegerahan sementara pengennya sih, ada es kream atau semangka yg bikin seger gitu, obrolan Harley bikin aku mesti ngalah (ngerti kan!) maksudku…

Dijual monyet, teriak Harley! ketika bus udah mulai deket pasar cicurug, tengah hari yg panas Kami turun di pasar cicurug, berharap mau makan siang dulu, Kali ini kita di kerjain Ida yg cantik, Mosok kita bawa keril gede-gede di ajak jalan jaki di tengah pasar, Nggak Pede euy! Akhirnya Hendri melihat, Itu Padang! Makan Padang deh.

Ditungguin sama angkot terkadang bikin sebel, maklum lah.. Namanya juga Jawabarat, abis makan kami negosiasi dengan Angkot untuk carteran menuju Buper Cidahu, ribut-ribut dikit.. Akhirnya Deal juga, Angkut pun melaju!

Di Cidahu, ini menjadi lain, dulu kalau mau naik salak.. Nggak perlu ada Ijin, nggak perlu bayar retribusi bayar Jalur, sekarang ceritanya lain.. Numpang lewat mesti bayar seceng, lewat pos mesti bayar Goban, Ah.. Komersial sekali kata Harley!

Dipertigaan Javana Spa ( ini spa nya kaum ber money) katanya, kami turun angkot dan siap untuk treking panjang, sementara hari mulai condong kebarat, Hendri sibuk menyiapkan kamera, GPS e-trek mulai di kalibrasi dan cari sinyal atelite dulu untuk pemanduan trekking kali ini. Wah, udah jam 2 siang nih.. Ayo kita berangkat!

Salak, perjalanan kami pengennya santai dan nyaman.. Tapi yg namanya bawa keril gede, tetep aja berat, apalagi ketika mulai trekking kok kaki mulai terasa pegel, belum trekking aja udah loyo, gimana bisa kuat, ah mungkin baru permualaan saja.

Perjalanan Siang menjelang sore, tidak ada hujan sore ini. Hanya beberapa kali kabut tebal meneteskan air, setelah menempun 3 jam perjalanan, Kami memutuskan Ngecamp di tempat yg nyaman, ketemu deh.. Tempatnya agak ngumpet, dan tentu tidak berlumpur, Nyaman sekali tempat ini. Setelah mendirikan tenda, kami mulai Masak hmm.. Ida bawa sayuran segar, ada wortel, brokoli bikin sup deh, bang zul nggak ketinggalan kali ini dia mau goreng tempe, walaupun angus dikit, Sambil ditemani soup jepang siap saji yg uenak tenann itu, obrolan malam sambil Makan dimulai, obrolan malam seputar suka dan dukanya menjadi pendaki, pokoknya seru deh, eh.. Ternyata! Malam itu ada yg ntintip toh, kata Ida.

17 jan 2004 Pagi 05:00 kurang dikit , kami semua sudah terbangun, tak lama ada sekumpulan pendaki lainnya yg datang, ternyata sedang mencari pendaki lainnya yg katanya belum juga turun, ah.. Mungkin turun lewat jalur lain. Kami berkemas dan melanjutkan perjalanan yg panjang, GPS hendri mulai di kenalin ama satelitnya lagi, dan 08:00 pagi udah mulai start dan berharap tiba di puncak siang hari.

Perjalanan yg mulai terjal, belum lagi entah kenapa mungkin karena sudah terlalu lama tidak menjajaki jalur salak, rasa-rasanya kok jalurnya panjang banget ya! Kok lama banget nyampe puncak!? Sementara siang mulai menjelang, tidak ada tanda-tanda akan turun hujan, persediaan air yg menipis kami pun Berharap Hujan ketika tiba di puncak Salak.

Aku, sepertinya biasanya pengennya di belakang sajalah, paman Zul ada jauh di belakangku, perjalanan naik turun terus melipiri pinggir jurang yg dalam dan akhirnya ketemu juga tanjakan yg bikin bete, pertanda puncak sudah dekat! Menjelang sore, akhirnya kami tiba dipuncak dan hmmm… Harapan kami berharap Hujan, terjadi juga. Hujan Lumayan deras dan payung mulai dikibarkan berharap dapat air untuk memasak malam ini. Ternyata hujan tidak berlangsung lama, sore hari Hujan mulai berhenti.

Tidur lelap, malam ini nggak banyak obrolan Malam, obrolan hendri dg Ida terdengar sayup-sayup, tengah malam aku sempet terbangun disusul Harley yg emang kerjaannya begadang!

Minggu 18 january 2004 pagi, udah pada bangun.. Di puncak salak tak ada pemandangan bagus, kecuali kabut tebal, sunrise tidak terlalu bagus. Akhirnya ada ide, Gimana kalau kita bikin photo kayak photomodel itu lho,

Dengan payung kamu gaya-gayaan di puncak salak, setidaknya lumayan bikin seger dipuncak, ada yg lagi pelatihan disini.

09:00 lewat, kami semua sudah berkemas dalam perjalanan turun, rencana kami mau turun lewat pasir rengit, perjalanan turun selalu lebih cepat, perjalanan tak terasa, kami ternyata sudah tiba di pertigaan hellypad, untuk menuju kawah ratu, hmm..

Hujan lebat mulai turun, dan ternyata semakin lebat, Kalau Hujan.. Perjalanan makin bersemangat beberapa kali kaki terjeblos kedalam lumpur sedalam dengkul, kawah ratu begitu cepat dicapai, wah.. Disini kami mesti menyeberang Sungai kecil yg lumayan deras, perjalanan turun akhirnya memilih yg lebih cepat, kami memutuskan lewat curug seribu saja, Hujan semakin deras, Kami terus melanjutkan pernjalan dan berharap sebelum petang tiba di pasir rengit.

Menjelang sore hari, nyampe juga di pasir rengit, pergi ke warung dan mandi dulu sementara angkot udah nungguin lagi! Tak lama ada rombongan lain datang juga, akhirnya kami memutuskan untuk carter mobil langsung ke Terminal bogor!

Dalam perjalanan yg bikin aku pusing sedikit, Ida bercerita ttg yg aneh-aneh di salak, hm…. Salak emang menyimpan banyak mistery tapi aku tak pernah peduli. Pokoknya naik gunung, aku tau di gunung yg hidup tak hanya manusia, ada hewan liar, ada juga mahkluk liar! Ah, itu kan Cuma ada di TV setiap malam Jum’at.. Walaupun aku sangat tidak suka dengan “attention” di gubuk depan kuburan tampa nama yg ada di puncak salak itu

Abiss..!! Ah.

Posted in Gunung | No Comments »

Next Entries »

    Photos

    IMG_6052.jpg IMG_0915.jpg IMG_0587.jpg
  • Pages

    • 2008 Exploration
    • About Us
    • Archive
    • Contact Me
    • Photography
      • Odesya Exploration
      • Travel Photography
  • Mount Welirang - Arjuno apa beda backpacker sama tourist? Petualang Ziarah Inside Baduy menjadi pmulung di taman nasional gede-pangrango Ujung Kulon Eplore Desa Taman Jaya - Ujung Kulon Kongkong di Gunung Bawakaraeng Ngintip Owa di Taman Nasional Gunung Halimun Only picnic on Mt. Arjuno; and mt. Welirang The RoadHome from mt.Kerinci Meru Betiri Jungle Trekking Customize your trip Ujung Kulon JUngle Trekking Krakatoa Volcano Hiking Lombok - Komodo Sailing and Flores Overland Trekking di Jalan Aspal Taman Nasional Alas Purwo Desa Taman Jaya - Ujung Kulon Perjalanan Ke Desa Wisata Sawarna Kupang - Pulau Rote - Nembrala Beach
  • Categories

    • Article (11)
    • Ecotourism Destination (9)
    • Exotic Destination (12)
    • Gunung (18)
    • Hutan Cagar Alam (5)
    • Ngoceh Ngarang (2)
    • Others (4)
    • Petualangan (15)
    • Program (5)
    • Taman Nasional (17)
    • Trip on Schedule (1)
  • Blogroll

    • Odesya Exploration Photo
    • Plugins
    • Themes
    • WordPress Planet

Powered by WordPress with White as Milk Theme designed by Azeem Azeez.
Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS.