Archive for March, 2004

Cilacap - Nusa Kamp - Pangandaran

Sunday, March 28th, 2004

Ini buat iseng aja.. Sebenernya lagi males nulis,
Karena perjalanan liburan kemarin, agak berbeda dari pengalaman sebelum dan sebelum nya. Nggak ada salahnya kalau aku pengen nulis cerpen, ada yg Menyebutnya kronolog, ada juga yg menyebutnya ji bloggg.

Niat untuk berkunjung ke cilacap, kota kecil yg kaya dengan minyak, kehidupan masyarakat umumnya nelayan jala dan pancing yg berkelana di besarnya ombak Samudera Hindia.

Cilacap, ini tujuan kami.

Jum’at sore 16:00, 19-03-2004 aku menuju terminal kampung rambutan, karena masih sore, mampir dulu di rumah Mas Iwan. Temen yg baru saja pulang haji. Lumayan dapet cerita ttg perilaku dan sulitnya melakukan perjalanan Haji dan tak hanya itu, Perilaku orang orang indonesia yg doyan dengan syrik, mistis, dan.. Hmm… Hmmm…

Karena harus menunggu lama, Maklum temen yg satu ini datang dari luarkota,.. Wah, obrolan lanjut terus hingga malam tiba.

Masih Jum’at jam dah lewat 19:30 malam,masih di Jl. Baru. Jalan kaki deh ke terminal rambutan, ternyata yg ditunggu belum nonggol juga, katanya kena macet di Jakarta. Ah.. Jakarta, aku Cuma bilang.. Bus cilacap dah mau abis nih.

20:30, yg di tunggu dateng juga.. Dan, hmm.. Hmm… Dah nggak ada Bus yg ke cilacap, ada juga yg ke purwokerto. Naik deh… Sambil tanya..Pak Bus ini lewat Mana, dia bilang lewat pantura. Cepat angkat tas, turun deh… Ayo pindah Bus aja. 09:30 akhirnya ada Bus Merdeka Jurusan Kr.Pucung. Aku memutuskan naik bus ini, tariffnya lebih mahal ketimbang ke purwokerta Rp. 30.000 tampa AC, kalau Naik bus jur Purwokerta Rp. 27.000 pake Ac. 10:00 Bus mulai meninggalkan Kp.Rambutan, alamak..Sopir Bus lincah dan gesit euy,

Sabtu 20-03-2004 05:10 Bus dah nyampe di kr.pucung kab. Cilacap, dari terminal Kr.Pucung, kami mesti melanjutkan perjalanan lagi ke Kota Cilacap Naik Bus Asli jurusan Banjar-Cilacap lewat Kr. Pucung Rp. 5000 / orang. Jalanan di pagi yg indah terasa sejuk, belum lagi bus yg masih sepi, tak terlalu banyak penumpang.. Yg ada anak-anak desa yg pergi ke sekolah.

08:20 pagi, kami tiba di kota cilacap, kota yg paling terkenal dengan kilang minyaknya, obornya tak pernah mati, juga kota yg dikenal karena dekat dengan Pulau Penjara terkenal, seperti terkenalnya Penjara di Amrik bernama Alcantraz. Tempat perampok kelas kakap di Tahan. Pulau Nusa Kambangan sebenernya Tujuan kedua kami. Dari terminal Cilacap perjalanan di lanjutkan dengan menumpang angkutan Kota berlabel “pariwisata” ke pantai THR, dari pantai ini kami Memutuskan untuk carter perahu menuju pantai pasir putih di Pulau Nusa Kambangan. Tariff nya Rp. 75.000 / perahu untuk sekali jalan..sebenernya masih Bisa ditawar. Perjalanan kurang lebih 1 jam.

Tengah hari yg panas, kami tiba di pulau yg indah, hutan yg masih alami. Dan berkunjung ke benteng jaman jepang yg menurut penduduk lumayan anker dan seereemm.

Dipantai pasir putih ini. Ada warung yg jualan makanan kecil. Pada hari-hari libur pantai ini ramai dikunjungi. Kamis kemarin itu katanya disini sangat ramai. Karena ada perayaan sedekah laut masih ada bekas-bekas sesajen. Katanya untuk perayaan sedekah laut, nelayan cilacap mempersembahkan kepala kerbau dan sapi.

Ternyata dipantai ini kita bisa ngobrol dengan para Napi yg berjualan cenderamata. Hanya saja cara berjualan Napi sedikit memaksa untuk membeli barang kerajinannya. Mereka umumnya berjualan batu - batu cincin hasil proyeknya Pak Bob Hasan yg terkenal itu.

Menurut Napi, Pak Bob tak hanya mengajarkan bagaimana cara membuat Kerajinan saja. Tapi banyak hal yg diajarkan ajarkan untuk bekal kalau sudah keluar dari penjara Napi dengan kejahatan-kejahatan berat seperti perampokan bank, pembunuhan, korupsi, dll yg katanya rata-rata napi yg dimasuk ke Nusa Kambangan rata-rata harus menjalani Hukuman berat antara 7 tahun sampai yg seumur hidup.

Obrolan santai dengan Napi, membuat Bugulu ada rasa was.. Was.. Dan tatut. Ah, ada yg lagi mancing.. Hmm.. Pak Ikut Mancing dong. Akhirnya daripada takut di pantai, kami mancing di sekitar pulau ini, lumayan seekor kakap nyangkut juga di pnacingKu. Menjelang sore, Ibu warung menawarkan untuk menginap saja di rumahnya, kebetulan suaminya Pak Gusman memang nelayan.

Wah, Perahu yg kecil di penuhi oleh barang dagangan, plus kami..Overload nih, pikirku.

Menjelang sore, perahu mulai meninggalkan Pulau yg indah ini, mungkin karena terlalu berat dengan muatan, membuat daya dorong mesin tempel sering mati. Wao…. Berkali-kali aku bilang ke bugulu “jaga keseimbangan” dan “don’t move” kayaknya mau ke balik nih…hehe.

Perjalanan lumayan lama, sementara ini perahu, melaju sebentar lalu mesin mati lagi.. Dan begitu terus, sementara Mendung hitam tanda Akan Turun Hujan semakin membuat rasa takut akan perahu tenggelam.

Hujan Mulai Turun, kami masih di tengah laut… Hmm.. Solidaritas antar nelayan lumayan baik, akhirnya perahu kami di tarik oleh perahu lainnya yg kebetulan lewat. Alhamdulilllah, nyampe juga ke pinggir pantai. Dan bermalam di rumah Pak Gusman, di sebuah desa nelayan yg penduduknya ramah.

Minggu 21-03-2004 06:00 pagi, Bu gusman sudah sibuk pergi ke kuburan, tempat sang Suami menambatkan Perahunya. Hm..di perahu pak Gusman penuh dengan Ikan hasil tangkapan semalam. Kami di beri pengetahuan cara mengolah ikan hasil tangkapan.

08:00 pagi, tawaran untuk bermalam lagi rasanya sulit untuk diterima, Kami di antar ke Pelabuhan Sleko. Dari sini tujuan berikutnya adalah kali Pucang. Ternyata tidak ada perahu yg langsung ke kali Pucang. Kami memutuskan naik perahu tujuan Kampung laut, 09:00 pagi perahu yg dikenal dengan nama Compreng dengan tariff rp. 4000 mulaibergerak perlan menuju kampung laut, sebuah desa terpencil di pulau2x kecil di tepian Hutan mangove yg rapat. Perjalanan dengan compreng punya kesan tersendiri Sepanjang perjalanan kami menjumpai berbagai macam satwa burung-burung khas hutan Mangrove juga di temui sekumpulan monyet kecil bergelayutan di pohon2x hutan bakau ini. Setelah 2 jam perjalanan, kami tiba di Desa Kampung laut. Disini kamu transit untuk melanjutkan perjalanan ke Kali Pucang dengan tariif Rp. 6000.

Perjalanan, menggunakan perahu Compreng kali ini masih melewati hutan mangrove yg lebat, lalu menyeberang Segara Anakan yg terkenal dengan jaring Apung nya. Alamak, Banyak sampah di Anak laut ini, baling-baling compreng sempat tersangkut sampah. Setelah menelusuri sungai yg panjang, Jam 13:00 siang.. Akhirnya kami tiba di pelabuhan Kali Pucang - Jawa barat.

Dari kali pucang, kami Naik Bus menuju Pantai pangandaran yg paling terkenal itu, perjalanan dari kali pucang ke pangandaran ditemuh kurang lebih 20 menit dengan tariff Rp. 2000.

Siang yg panas, kami sudah tiba di Pantai pangandaran dan mencari hotel, wah.. Cari yg agak jauh dari keramaian aja… Akhirnya bermalam di salah satu hotel bertariff Rp. 50.000. Tariff hotel di Pangandara bervariatif dari Rp. 30.000 sampai Rp. 600.000. milih sendiri sendiri.

Sorenya, bugulu berenang di pantai yg mirip seperti pantai yg ada di hawai kali ya.. Dipantai ini ada “beachguard” nya..

Kalau cerita ttg pantai, apa sih.. Yg harus diceritakan…swiming, Swinsuit,sunset, sand..and sands, and.. Sex…and sssss…!! Di pangandaran ternyata masih banyak Bule euy, apalagi bule depok..hehehe.

Pengen ke GrandCanyon, tapi waktunya dah habis.

Paginya 22-03-2004 06:30, pulang ke Jakarta dengan naik Bus Cepat “BUDIMAN” bertariff Rp. 30.000 yg ternyata tidak cepat, abisnya Kami nyampe jakarta udah menjelang maghrib sih..harusnya Jakarta - Pangandaran kan Cuma 6-7 jam lho. Biss!

Posted in Ecotourism Destination, Hutan Cagar Alam, Petualangan | No Comments »

    Photos

    IMG_9727.jpg IMG_0820.jpg IMG_9640.jpg
  • Pages

    • 2008 Exploration
    • About Us
    • Archive
    • Contact Me
    • Photography
      • Odesya Exploration
      • Travel Photography
  • Mount Welirang - Arjuno apa beda backpacker sama tourist? Petualang Ziarah Inside Baduy menjadi pmulung di taman nasional gede-pangrango Ujung Kulon Eplore Desa Taman Jaya - Ujung Kulon Kongkong di Gunung Bawakaraeng Ngintip Owa di Taman Nasional Gunung Halimun Only picnic on Mt. Arjuno; and mt. Welirang The RoadHome from mt.Kerinci Meru Betiri Jungle Trekking Customize your trip Ujung Kulon JUngle Trekking Krakatoa Volcano Hiking Lombok - Komodo Sailing and Flores Overland Trekking di Jalan Aspal Taman Nasional Alas Purwo Desa Taman Jaya - Ujung Kulon Perjalanan Ke Desa Wisata Sawarna Kupang - Pulau Rote - Nembrala Beach
  • Categories

    • Article (11)
    • Ecotourism Destination (9)
    • Exotic Destination (12)
    • Gunung (18)
    • Hutan Cagar Alam (5)
    • Ngoceh Ngarang (2)
    • Others (4)
    • Petualangan (15)
    • Program (5)
    • Taman Nasional (17)
    • Trip on Schedule (1)
  • Blogroll

    • Odesya Exploration Photo
    • Plugins
    • Themes
    • WordPress Planet

Powered by WordPress with White as Milk Theme designed by Azeem Azeez.
Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS.