Semalam di Pulau Sempu
Thursday, February 3rd, 2005Pagi buta, cuaca sedikit berkabut, puncak arjuno tidak terlihat pagi ini.
Saya dan nefran mulai berkemas, untuk memulai perjalanan ke Pulau Sempu.
Sebuah mimpi lama, untuk menjelajah pulau sempu yg tadinya saya memutuskan untuk sendirian camping. Akhirnya ada nefran yg ikutan bergabung.
06.00 pagi, kami pamitan sama ortu yuda dan mulai jalan kaki dengan backpack di belakang, menuju pasar lawang. Setelah muter2x pasar lawang belanja sedikit logistik untuk keperluan samalam di sempu.
Kami melanjutkan perjalanan ke terminal arjosari malang. Di angkot saya bersenda gurau dengan 2 gadis cilik yg sedang berangkat ke sekolah, anaknya lucu-lucu dan hmm… Hmm kembar nih, pikirku. Ternyata jawab ibu nya benar.
Dari arjosari-malang, perjalanan lanjut ke terminal gadang, berharap ada angkot yg menurut informasi, ada yg langsung ke sendang biru. Ternyata tidak ada lagi, kecuali pagi-pagi sekali.
Perjalanan lanjut dengan bus elf ke Turen dengan tariff Rp. 4000 / orang, menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam. Menjelang siang kami tiba di Pasar Turen. Dari sini, hampir setiap saat ada angkutan desa yg berangkat ke sendang biru, tentu akan berangkat kalau angkot nya sudah penuh.
Menjelang siang, angkot berangkat ke sendang biru. Perjalanan mulai berliku dan pemandangan sepanjang jalur menuju sendang biru, lumayan indah dan mengelilingi beberapa pegunungan di selatan - kab. Malang.
Perjalanan menempuh hampir 3 jam, wah lumayan jauh.. Dan pantas, kalau tariff nya Rp. 7500 / orang.
ImageSiang yg panas, pantai mulai terlihat.. Dan.. Wow! Ini tohyg namanya pulau sempu, lautnya sangat biru kadang berwarna kehijau-hijauan. Lumayan indah, dipantai sendang biru, banyak sekali kapal nelayan yg sandar ini. Dan kebetulan sendang biru adalah salah satu tempat pendaratan Ikan atau lebih di kenal dengan Pusat pelelangan Ikan Sendang Biru. Kapal nelayan yg sandar disini hampir sebagian besar adalah kapal nelayan Tuna, bandeng, dan tenggiri. Yg umumnya di dominasi oleh nelayan asal bugis atau terkadang asal cilacap dan sebagian dari nelayan asal banyuwangi.
Saya menyempatkan sedikit waktu untuk datang ke pelelangan ikan, dan beli sedikit ikan dan cumi untuk di panggang di Pulau sempu.
Setelah puas dengan beberapa photo, kami ngobrol2x dengan pak Oyik. Nelayan yg akan mengantarkan kami untuk menyebrang ke pulau sempu, setelah nego ongkos, saya menanyakan dimana kantor PHKA cagar alam sempu. Saya diantarkan oleh pak oyik untuk melapor… Oow! Petugas PHKA tidak ada ditempat. Dikantor nya hanya ada seorang valunter yg membantu perijinan. Disini katanya pengunjung cukup mengisi buku tamu. Biayanya terserah kita.
Menurut dia, petugas PHKA (polisi Kehutanan-red) sedang berurusan dengan pihak terkait, karena ada keterlibatan dengan kasus illegal logging di Hutan Cagar Alam Pulau sempu.
Setelah semua selesai. Perahu pak oyik mesin nya yg 1/2 PK berbahan bakar dsolar mulai di hidupkan, dan… Kami mulai di antar sampai ke pingiran pulau sempu. Hanya di butuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menyebarang dan kisaran tariff untuk antar jemput antara Rp. 40.000 - Rp. 70.000 tergantung jumlah orang nya.
ImageSelamat datang di sempu, tertulis kawasan Cagar Alam sempu. Dilarang menebang atau mencuri atau kena Hukuman penjara. Peringatan ini biasa di jumpai hampir di semua kawasan Taman nasional atau kawasan Hutan Cagar Alam di indonesia.
Perjalanan trekking untuk sampai di danau segara anakan, menurut pak oyik butuh waktu sekitar 1,5 jam. Yg saya lihat di peta, ternyata trekking cross to sempu island.
Sepanjang jalur trekking, Hutan Sempu lumayan bagus dan terjaga, pohon-pohon besar banyak di jumpai disini, ada sejumlah kawanan Monyet yg menghuni Hutan sempu, juga banyak di jumpai berbagai jenis burung. Termasuk elang laut, burung rangkong, dan.. Banyak deh! Dalam hati banyak sekali yg bisa di explorer di pulau ini.
Jalurnya lumayan berkubang, karena termasuk hutan tropis jalur sepanjang trekking lumayan lembab, walaupun tidak di jumpai mata air di sepanjang jalur yg menurut saya kira2x sekitar 4-5 km.
ImageSaya masih ingat pesan pak Oyik, Patok no.21 belok kanan, ternyata patok yg di sebutkan, tidak pernah kami jumpai. Yg saya perhatikan adalah ada danau di sebelah kanan. Kalau jalur kekiri untuk menuju danau lele. Yg katanya danau air tawar. Dan masih dibutuhkan 4 jam trekking.
Mengitari pingiran danau segara anakan yg bening dan wow, indah sekali danau ini, akhir nya saya tiba juga di lokasi yg ada pantai nya. Laguna island nih, pantai nya indah sekali,dan tidak ada ombak disini, kecuali ketika ombak besar datang, dan menembus lubang karang untuk mengisi danau ini dari pantai selatan.
Di pantai ini, kami memutuskan berkemah. Ternyata sudah ada teman lain yg sudah 2 malam di pulau sempu ini, setelah kenalan, tenyata ada yg namanya Aris juga toh!.
Sore menjelang, Kami mulai menyalakan api, untuk bakar Ikan. Menjelang malam, kami tiduran di pantai ini sambil menikmati indahknya purnama, menatap bintang di langit dan berharap ada bintang yg jatuh malam ini sambil bercerita tentang banyak hal.
Ternyata sampai jam 02.00 dini hari, disaat bulan mulai terbenam. Hanya ada satu bintang jatuh.
Setiap kali saya menatap bintang di malam yg gelap, dalam hati suka bertanya dimana tuhan, walaupun saya selalu ingat, kalau Tuhan selalu sangat dekat. Begitu juga setan, juga akan selalu sangat dekat!
Karena dingin, baru kali ini ada pantai yg dingin, kami masuk tenda dan hmm…
Ada Mp3 player, lumayan bisa bikin tidurku lumayan pulas! Dan pagi2x, saya sudah terbangun dan mulai belajar berenang di danau segara anakan. Sekawanan monyet sibuk memperhatikan aku yg sedang berenang.
Jam 08.00 pagi, setelah photo bareng sama tenda sebelah. Kami pisahan untuk mulai meninggalkan Pulau sempu. Yg menurutku kurang nih, kalau hanya untuk satu malam di sempu. Banyak tempat yg bisa di jelajahi.
Trekking lagi, kali ini lebih cepat dari waktu berangkat. Pak Oyik dan perahunya sudah standby menunggu kedatangan kami. Dia ternyata sedang tidur pulas di perahu nya.
Pak.. Pak…, bangun. Kita sudah siap. Untuk memulai keliling pulau.
ImageMenjajal keliling pulau sempu, aku membayangkan ketika masih di tepian karang menatap laut lepas. Ombaknya gede sekali, dan harus lewat situ… Ah!
Liat saja nanti.
10.00 pagi, perahu mulai bergerak, awalnya masih nikmat, ombak tidak ada. Begitu mulai memasuki barat laut pulau sempu, goyangan perahu cadik kami, mulai membungkam hati. Sementara ombak makin besar dan mungkin terkadang datang hampir 1,5 m. Ini saya tandai dengan timbul dan tenggelamnya pulau karang kecil. Pemandangan sepanjang keliling pulau sulit sekali untuk dilewatkan untuk tidak di potret. Banyak sekali tebing-tebing tinggi, di bawahnya hantaman ombak pantai selatan tak pernah berhenti.
Setelah menempuh hampir 2 jam perjalanan yg menakjubkan, kami akhirnya sampai juga di pantai sendang biru.
ImageSepanjang jalan. Saya menyempatkan ngobrol2x dengan Pak Oyik yg ternyata satu-satunya pendaki Gunung yg berprofesi sebagai nelayan di sendang biru.
Untuk keliling pulau sempu, karena dia sangat suka dengan kegiatan alam bebas, kami diberi special tariff Rp. 60.000 untuk keliling pulau ini.
Sempu. Saya nggak tau persis, berapa luas pulau ini dihuni oleh banyak kawanan monyet dan burung2x, dan Hutan Dataran rendah tropis yg lebat. Di kantor PHKA, tidak ada keterangan tentang ini. Berada di selatan - kab. Malang. Berjarak sekitar 6 jam perjalanan dari Kota Malang. dalam saya ingin kembali.
Menjelang Siang, kami mulai meninggalkan Pantai sendang biru. Karena angkot belum ada penumpang lain. Hanya ada kami. Sudah 3 kali muter2x pelelangan ikan, ada Ikan pari lumayan besar.
Aku bilang ke nef, kalau angkot balik lagi ke Pelelangan, apa Kita beli aja itu ikan pari!?
Akhirnya, angkot penuh juga!
Perjalanan akan lanjut ke Taman nasional meru Betiri.