Archive for November, 2005

« Previous Entries

Kampung Citalahab Taman Nasional Gunung Halimun

Thursday, November 3rd, 2005

Walaupun berada di selatan jakarta, kira-kira bisa ditempuh dengan 5-7 jam perjalanan darat, Taman Nasional yang kini bertambah luasnya menjadi 113,357 ha, dan sejak tahun 2003 menambah nama menjadi Taman Nasional Gunung Halimun - Salak (Gunung Halimun Salak national Park - GHSNP) merupakan wilayah konservasi alam yang ekosistemnya lumayan terjaga, ekosistem Taman nasional Gunung Halimun Salak sangat berperan penting dalam kehidupan yang berkelanjutan sebagai sumber air bagi masyarakat sekitarnya juga sebagian sebagian besar orang - orang di kota besar seperti jakarta meminum air dari kawasan ini.

Bingung, ketika libur datang harus kemana, dikarenakan tak pulang ke kampung halaman, yang menjadi sebuah ritual tahunan bagi para pendatang di jakarta, saya memilih untuk berkunjung kembali ke Kampung Citalahab Taman Nasional Gunung Halimun.

Sebuah kampung kecil di tepian hutan tropis dan sungai kecil yang jernih melintas di antara rumah penduduk dan hamparan sawah, beberapa teman menyebutnya dengan Lembah citalahab, berpenghuni kurang sekitar 16 KK, kampung citalahab menyimpan keheningan dan ketentraman yang tidak akan pernah di temui di Kota-kota besar.

Dalam perjalanan kemarin, saya harus menjemput teman-teman di Kota kabupaten sukabumi, lalu perjalanan dilanjutkan menuju Parung Kota berjarak sekitar 30 Km dari Kota Sukabumi. Dari parung kota, perjalanan dilanjutkan menuju Kabandungan, dimana Kantor Balai Taman Nasional Gunung Halimun berada. Kami mampir untuk mendaftar Ijin masuk Kawasan dan berbincang-bincang sejenak. Sementara Hujan mulai turun, perjalanan di lanjutkan ke Kampung citalahab yang berjarak +/- 20 km dari kantor Balai Taman Nasional.

Perjalanan dari Kantor Balai Taman nasional ke Kawasan Taman nasional pintu Timur, jalannya sangat rusak, sangat di sarankan menggunakan kendaraan four whelldrive alias 4 x 4, walaupun menurut saya kendaraan 4 x 2 pun bisa sampai ke sini, hanya saja resiko tersangkut - sangkut batu, dan membuat mobil menjadi rusak. Tapi kalau mobil kijang sih, masih bisa lah.

Menjelang Sore, kami tiba di pintu selamat Datang di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun - Salak. Perjalanan masih butuh waktu sekitar 1 - 2 jam untuk sampai di Kampung Citalahab, kami memutuskan mampir sejenak di stasiun penelitian Cikiniki, hasil sumbangan JICA yang bekerja sama dengan pihak TNGHS, sayangnya ketika kami kesini, hanya ada satu petugas dan Canopy trail katanya lagi Rusak! Nggak tau kapan bisa di gunakan kembali.

Perjalanan di lanjutkan ke Kampung Citalahab. Menjelang Sore, bukit-bukit hijau di kawasan perkebunan the Nirmala agung, tampak di tutupi kabut, kabut = halimun sebutan penduduk disana.

Kami memutuskan untuk bermalam di salah satu homestay milik penduduk di kampung citalahab. Sementara malam mulai datang, suara penyeru hutan mulai bernyanyi. Lumayan hening kampung ini.

Di kampung Citalahab tersedia guesthouse milik TN yang di kelola oleh penduduk juga tersedia 7 homestay yang bisa di gunakan oleh pengunjung.

Ketika Pagi Tiba, kicauan burung-burung dan gemericik sungai kecil yang jernih melintas di kampung ini, kami pagi ini akan trekking pendek ke Curug Pi’it yang berketinggian sekitar 25 m berada di Ujung perkampungan di kawasan perkebunan Nirmala. Dalam perjalanan hampir 8 jam, Maklum rata-rata teman-teman ada yang belum pernah mencoba ber-ekowisata apalagi trekking melintas Hutan. Sepanjang perjalanan pemandangan hamparan Hijau perkebunan the, mulai menguningnya padi-padi di sawah dan melihat dari dekat aktifitas penduduk di sekitar kawasan ini memberikan kesan tersendiri.

Tadinya, berharap bisa berkunjung masuk hutan Taman Nasional ini, karena hari mulai sore dan sepertinya sudah tidak memungkinkan, kami memutuskan untuk kembali ke Homestay.

Pagi hari, selalu di awali kicauan burung-burung, nun jauh di atas bukit-bukit suara lengkingan Owa Jawa (javan Gibon) terdengar sayup-sayup. Kami ngintip sunrise yang ternyata datang lebih siang di sebuah bukit di perkebunana the Nirmala. Menjelang siang, kami berkemas untuk melanjutkan perjalanan pulang. Dalam perjalanan pulang, suara penyeru - penyeru hutan menjadikan lagu alam yang tak akan pernah bisa di dengarkan kota-kota besar.

Perjalanan pun, kami lanjutkan ke Ujung Genteng nature reserve.

Posted in Ecotourism Destination | No Comments »

« Previous Entries

    Photos

    IMG_9989.jpg IMG_0820.jpg IMG_0898.jpg
  • Pages

    • 2008 Exploration
    • About Us
    • Archive
    • Contact Me
    • Photography
      • Odesya Exploration
      • Travel Photography
  • Mount Welirang - Arjuno apa beda backpacker sama tourist? Petualang Ziarah Inside Baduy menjadi pmulung di taman nasional gede-pangrango Ujung Kulon Eplore Desa Taman Jaya - Ujung Kulon Kongkong di Gunung Bawakaraeng Ngintip Owa di Taman Nasional Gunung Halimun Only picnic on Mt. Arjuno; and mt. Welirang The RoadHome from mt.Kerinci Meru Betiri Jungle Trekking Customize your trip Ujung Kulon JUngle Trekking Krakatoa Volcano Hiking Lombok - Komodo Sailing and Flores Overland Trekking di Jalan Aspal Taman Nasional Alas Purwo Desa Taman Jaya - Ujung Kulon Perjalanan Ke Desa Wisata Sawarna Kupang - Pulau Rote - Nembrala Beach
  • Categories

    • Article (11)
    • Ecotourism Destination (9)
    • Exotic Destination (12)
    • Gunung (18)
    • Hutan Cagar Alam (5)
    • Ngoceh Ngarang (2)
    • Others (4)
    • Petualangan (15)
    • Program (5)
    • Taman Nasional (17)
    • Trip on Schedule (1)
  • Blogroll

    • Odesya Exploration Photo
    • Plugins
    • Themes
    • WordPress Planet

Powered by WordPress with White as Milk Theme designed by Azeem Azeez.
Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS.