Archive for October, 2006

Menjelajah Danau Gunung Tujuh

Tuesday, October 3rd, 2006

aku harus menemukan tempatku didunia ini, aku telah menemukan apa yg belum pernah aku temukan, danau.

danau dipegunungan adalah nyata. ingin rasanya membagi tempat ini ke beberapa teman. dan aku pun harus kembali ke kota .. (cerita lama yg pernah aku tulis).

Pagi yg indah, matahari menampakkan cahaya, ledekan iseng.. Untuk ngajak erwin, a’a Yadi untuk naik kekerinci lagi.. Terus pergi ke wartel, jadi kenalan sama anak-anak dari padang yg baru saja mau berangkat trekking ke kerinci, membuat aku dapet sedikit info ttg jalur gunung yg ada di bukit tinggi. Mt. Tandike, mt. Singgalang dan Mt. Merapi..

Dikejar dengan schedulling, Perjalanan kali ini, sesuai planning kami adalah mengunjungi danau gunung tujuh, Danau yg disebut - sebut sebagai danau tertinggi di asia tenggara, Yg berada di ketinggian 1996 mdpl (kalau tidak salah).. Punya luas…. (belum punya data euy).

Danau gunung tujuh, yg masuk dalam kawasan Taman nasional kerinci seblat, menurut informasi.. Sebenarnya di sekitar danau ini, kita bisa menjumpai beberapa jenis satwa, burung, dll.. Tentu tak ketinggalan wangi bau hutan tropis yg lebat.

Perjalanan kali ini, aku sedikit mengandalkan ego! Begitu mendengar kata danau, yg ada dibenakku adalah mandi di danau, apalagi danau tertinggi di asia tenggara. Tampa memperdulikan bugulu, aku ama bayu, mencoba ngebut dikit.. Setelah beberapa kali bingung, melihat jalur yg mesti lewat perkebunan penduduk.

Ketemu sama bambang dan refi yg berasal dari jambi, kami kenalan dulu.. Dan aku sama bayu tampa pikir panjang, berjalan secepat mungkin untuk bisa sampai ke danau.

Setelah melewati beberapa bukit menempuh perjalanan 1 1/2 jam, akhirnya danau yg dijanjikan terlihat. Wow, danau yg indah, setelah lihat sana - sini, ternyata ditepian danau, nyampe juga deh.. Ke danau gunung tujuh. Sepanjang jalur yg dilewati, ternyata kawasan ini.. Tak bisa lari dari ceceran sampah plastik, termasuk di tepian danau yg biasa digunakan untuk mendirikan tenda pun (seharusnya nggak boleh), banyak dijumpai sampah.

Niat pengen mandi, tak bisa ditahan lagi, nyoba ngintip air terjun yg curam.. Dan Akhirnya, bugulu ikutan nyampe juga di danau barengan dengan ika, opung dan joko (yg ce- juga lho). Sebuah sampan terlihat di kejauhan, sampan yg digunakan untuk mencari ikan didanau, katanya bisa ditumpangi untuk mencapai pantainya yg berpasir putih.

Aku dan bayu mencoba menghitung, apakah gunungnya emang ada tujuh? Ternyata, mungkin tebakan kami salah… Gunungnya lebih dari tujuh.. Atau mungkin kalau dari kejauhan emang ada tujuh.

Menjelang sore, ah.. Kami harus memutuskan untuk turun dari danau, kali ini.. Baru yg namanya jalan bareng dengan buguru. Sementara temen-temen lain udah duluan, sementara yg lainnya masih ketinggalan di belakang, aku dan buguru berjalan pelan menuruni tebing yg lumayan.. Kali ini harus bersabar..buguru yg diam, akupun memilih diam.. Walaupun sesekali agak bawel dikit.

Ketika melewati rawa gambut, aku bilang.. “bu, lepas sendal.. Ini rawa gambut, entar sendalmu ilang”.. Ketika lewat rawa, kaki kanan bugulu ke jeblos.. Bugulu panik…dan, aku Bilang, makanya.. Injek-injek dulu.. Jangan asal jalan aja…

Kaki bugulu yg berlumpur, aku ledekin.. “bu, dikaki mu ada lintah tuh”.. Bugulu panik sambil manja, takut ama lintah.. Aku Cuma bilang.. Nggak usah takut ama lintah, dia Cuma pengen sedikit darahmu kok.., itu juga kalau si lintah ada kesempatan…hehehe

Melewati jalan berkerikil mendekat pos Danau gunung tujuh yg bekas terbakar, sementara hari mulai malam, awan mulai menghitam… Hujan terlihat akan turun.. Akhirnya, aku dan bugulu sampai juga di warung tempat temen-temen Menunggu, sementara 4 cewek carlie angel dan bang Tigor, belum juga Sampai.. Akhirnya.. Dengan menggunakan peralatan Hunting.. Kami semua berkumpul di warung… Naik ojek Rp.2000 / per 2 orang… Ngumpul lagi deh di Plompek.

Diplompek, kami bingung dengan angkutan umum yg ternyata sudah tidak ada, Sementara hari mulai malam. Saya mencoba mendekati penduduk sekitar yg sedang ngobrol untuk membantu mencarikan angkutan sewaan.. Akhirnya, setelah lewat obrolan santai.. Dan coletahan bang Tigor yg bikin pening Pak tua, karena salah menunjukkan arah. telah suka rela membantu kami.. Mobil sejenis L300 pun, akhirnya senang mengantar kami ke Kayu aro dengan bayaran Rp. 40.000 Terima kasih pak sopir……. ” kalau jalan kaki kan.. Wah, mesti menempuh berapa Kilometer dari plompek ke kayu aro ?”.

Menjelang malam, kami semua ngumpul lagi di home stay pak subandi, makan malam telah siap. kali ini aku makan lahap, Maklum.. Ngeliat ikan goreng plus sambal… Langsung nyomot 2 potong.

Abis, lanjut.. Ke laporan perjalanan Mt.Merapi..

Posted in Article, Petualangan, Taman Nasional | No Comments »

    Photos

    IMG_0788.jpg IMG_0898.jpg IMG_9631.jpg
  • Pages

    • 2008 Exploration
    • About Us
    • Archive
    • Contact Me
    • Photography
      • Odesya Exploration
      • Travel Photography
  • Mount Welirang - Arjuno apa beda backpacker sama tourist? Petualang Ziarah Inside Baduy menjadi pmulung di taman nasional gede-pangrango Ujung Kulon Eplore Desa Taman Jaya - Ujung Kulon Kongkong di Gunung Bawakaraeng Ngintip Owa di Taman Nasional Gunung Halimun Only picnic on Mt. Arjuno; and mt. Welirang The RoadHome from mt.Kerinci Meru Betiri Jungle Trekking Customize your trip Ujung Kulon JUngle Trekking Krakatoa Volcano Hiking Lombok - Komodo Sailing and Flores Overland Trekking di Jalan Aspal Taman Nasional Alas Purwo Desa Taman Jaya - Ujung Kulon Perjalanan Ke Desa Wisata Sawarna Kupang - Pulau Rote - Nembrala Beach
  • Categories

    • Article (11)
    • Ecotourism Destination (9)
    • Exotic Destination (12)
    • Gunung (18)
    • Hutan Cagar Alam (5)
    • Ngoceh Ngarang (2)
    • Others (4)
    • Petualangan (15)
    • Program (5)
    • Taman Nasional (17)
    • Trip on Schedule (1)
  • Blogroll

    • Odesya Exploration Photo
    • Plugins
    • Themes
    • WordPress Planet

Powered by WordPress with White as Milk Theme designed by Azeem Azeez.
Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS.