5 detik di puncak selatan merapi
Friday, June 28th, 2002demi deadline.
Kali ini, mau coba dengan metode lifo, artinya saya menulis dulu untuk Cerita perjalanan ke Gunung Merapi yg sekarang punya ketinggian 2968 mdpl, juga dengan gaya traditional ultralight trekking. Kalau menggunakan modern ultralight, walah…. Barangnya mahal-mahal, apalagi semuanya mesti buatan luar negeri.
Sebelumnya, saya mengucapkan selamat untuk mba endah, asal bandung.. Dulu lama menetap di jogja, disaat putri nya yg cantik belum berusia 17 tahun, pendakian kali ini bagi mba endah dalam perjalanan mencapai puncak merapi adalah untuk yg ke 17 kalinya.
Selamat… Selamat!! Pengen photo bareng, tapi nggak kesampean, karena deadline.
Merapi, menjadi salah satu gunung yg termasuk paling aktif di indonesia, beberapa kali dalam hitungan tahun, gunung ini mengalami erupsi atau letusan plus pancaran indah magma (lava pijar) meleleh dari kawah gunung ini. Tentu, never stop for smooking, gunungnya tak pernah berhenti merokok.
Gunung yg dalam catatan vulcano world punya ketinggian 2911 mdpl, kini telah mencapai ketinggian 2968 mdpl (bertambah 54 meter ). Tentu, puncak tertinggi menurut pajar adalah puncak selatan, karena puncaknya berada disebelah selatan puncak garuda.
5 detik di puncak selatan, demi deadline.
Event dadakan, beberapa kali mba endah menelpon dan dalam obrolan santai, akhirnya tercetus ide untuk mendaki ke merapi pasca kopdar. Yg akhirnya, saya coba tawarkan ke milist highcamp.
Pendakian ke merapi kali ini, kelihatanya di ikuti oleh mereka yg ikutan milist, mba endah dari Bandung, aku (kunlun) dari tengerang, A’a Iboy dari Jogja, Mba Ikan Asin dari Jogja juga, Mas Erwin dari Depok dan Bang Arif dari bogor.
Sabtu pagi yg cerah, di desa kecil yg kering, Masyarakatnya sebagian besar bertani dan bersawah tadah hujan, malam yg gelap… Dikejauhan terdengar suara gending jawa, yg katanya lagi latihan untuk perhelatan besar pasca panen padi yg sebagian besar mengalami gagal panen karena hujan yg hanya sedikit. Hujan tetap menjadi harapan hidup di bumi.. (hari lingkungan hidup tahun 2003 ini, temanya “AIR..AIR dan AIR”)
Cuaca dingin, karena udah janjian untuk ketemuan temen-temen di Basecamp Highcamp di Jl. Sisingamangaraja, sarapan pagi ketan tumbuk dan makan pagi dengan sayur tempe busuk oseng khas wonosari disantap hmm lezaat dan pamitan untuk secepatnya sampai di tempat kumpul temen-temen yg mau ke merapi.
Jam 09:30 pagi, tiba di basecamp yg sepi.. Pada kemana nih, temen-temen. Ah.. Tunggu aja dulu…Ikan asin yg biasanya aku bawa nongol juga dan menjelang jam 11 siang, semua sudah kumpul.
Perjalanan menuju desa selo lewat Blabak – Magelang menjadikan kesan tersendiri, sepanjang perjalanan pemandangan sangat indah, terlihat merapi dari arah barat, dimana tempat aliran lahar terlihat jelas. Hanya saja, lewat jalur ini. Kita harus naik angkutan bak terbuka untuk sampai di selo. Seekor elang berputar-putar mencari mangsa terlihat diatas bukit. Dan menjelang sore 15:00 kami akhirnya tiba di Selo, lanjut dengan berjalan kaki, dan mba endah menawarkan untuk bertandang di rumah Mbah Narto saja.
Perjalanan trekking sesuai dengan rencana kami, akan dilaksanakan pada malam hari sekitar jam 01:00 dini hari. Seperti biasa, pada milih bobo.. Aku pake sarung bag titipan bugulu..tidur pun lelap. Kang Iboy terdengar mondar-madir dan ngobrol sama Mas Pajar yg menjelang malam tiba dirumah Mbah narto untuk menitipkan sepeda motornya. Tak ketinggalan mba endah yg memang suka bercerita tentang banyak hal, termasuk selama berpetualangan.
Jam 01:00 pagi, disaat mimpi indah baru saja mau hadir, kami harus bangun untuk memulai perjalanan trekking ditengah malam yg dingin. Perjalanan santai mendaki dimulai, sepanjang perjalanan.. Beberapa kali kami harus break dan rest, terkadang sesekali harus berhenti lama. Perjalanan malam hari, bukanlah perjalanan yg nyaman, mba endah mulai memuntahkan isi perutnya dan di susul dengan erwin.
Sementara aku mulai sedikit keringatan tanda tubuh mulai berfungsi baik.
Jam 04:00, kami tiba di batu yg ada guanya, bikin minum hangat dan santai-santai, lalu perjalanan dilanjutkan dan berharap dapet sunrise ketika kami tiba di pasar bubrah.. Sesuai dengan rencana, akhirnya ketika sunrise yg indah kami tiba di pasar gubrah menjelang pagi hari.
Perjalanan menuju puncak merapi terlihat jelas menanjak di bebatuan terjal, aku erwin dan Mba Ican Asin memulai, disini aku bilang ke Erwin untuk menjaga Mba’ Ican, dan bilang.. Kalau aku jam 08:00 nggak nyampe puncak aku turun saja.. Karena deadline jam 14:30 harus sudah stanby di Terminal Umbul Harjo.
Tampa pikir panjang, mendaki ke puncak sedikit maximal.. Tak sadar begitu aku menengok ke bawah, walah.. Erwin dan mba Ican terlihat kecil sekali, aku terus lanjut dan setelah melewati lubang-lubang sulfur kecil dan beberapa batu yg aku pegang terasa panas, akhirnya.. Sampai juga di puncak Garuda, ngobrol bentar.. Nyari Mas Pajar, ternyata tidak ada. Aku tanya jam berapa ini, wah.. Ternyata baru jam 06:50 pagi. Akhirnya aku lanjut ke Puncak Selatan, di puncak selatan yg lumayan mengerikan menurut aku, karena punya kemiringan hampir 90 derajat, sebelah kanan jurang kawah, kirinya juga jurang dalam sabar menunggu korbannya. Dipuncak ini, karena aku harus cepat turun, aku sempatkan hanya 5 detik.. Mungkin kurang.
Tanya jam lagi, ternyata sudah Jam 07:10 menit, artinya aku harus turun, perjalanan turun sendirian. Akhirnya.. Aku ketemu juga dengan temen-temen diperjalanan turun, disini aku pamitan untuk turun duluan dan berharap tiba secepatnya di Selo. Aku dipesenin mba’ endah untuk tetep ikut jalur yg ada saja, terima kasih mba’ endah dan tetep titip kalau dipuncak ketemu Pajar.
Ketika tiba di pasar gubrah, masih sempet tanya ke orang – orang, “ada yg namanya pajar ?” Mas Pajar langsung jawab, Mas Aris toh… Akhirnya ketemu juga dengan Pajar.
Aku tanya banyak orang dipuncak, ternyata Pajar sudah dipuncak menjelang pajar. Jam menunjukkan 08:15, setelah makan sneak kecil, akhirnya kami berdua turun.
Sepanjang perjalanan turun tampa break, Pajar bercerita tentang pasar bubrah yg menurut Pajar adalah Pasar Setan, temennya dulu pernah 2 hari hilang di pasar bubrah, katanya tempat tersebut memang kayak pasar jaman dulu. Pajar juga cerita tentang banyak kejadian-kejadian aneh di gunung yg menurut masyarakat sekitar adalah gunung yg memberi misteri tersendiri, cerita tentang nenek Lampir sampai ke cerita tentang Nyi roro kidul, tak ketingalan melengkapi legenda masyarakat tentang Gunung yg termasuk paling Aktif di Pulau jawa ini.
Tak sadar, dan sedikit tersentak kaget.. Ada bocah kecil menguntit dibelakang kami lengkap dengan arit dan seikat besar rumput diatas kepalanya. Ketika kami suruh duluan karena dia berjalan lebih cepat dari kami, kok masih ngikuti terus.. Nih.. Aku masih ada permen sedikit, aku kasih semuanya, berikut setengah botol aqua, hmm.. Senengnya dia. Dia terus mengikuti kami, akhirnya tanya.. “namanya siapa, dll… Ketika kami diajak mampir, aku cukup bilang,,, matur nuwon.. Nanti kapan-kapan saya mampir yo..
Akhirnya jam 10:15 pagi pagi tiba dirumah mbah Narto, di buatkan the panas.. Dan menjelang jam 11:00 siang, kami pamitan dan titip pesen buat mba endah dkk, Aku akhirnya numpang Mas Pajar sampai ke Kartusuro.
Siang hari yg panas, Pajar naik motornya lumayan ngebut, bikin ngeri adrenalin.. Dan menjelang tengah hari aku nyampe juga di Kartusuro dan jam 14:00 tiba di terminal Umbul Harjo..
Deadlinepun tercapai, walaupun I hate Deadline….huh
english versi, otomatic translate by google translate
This time, want to try the LIFO method, meaning I had to write a travel story to the Mount Merapi has grown to a height yg mdpl 2968, also with the traditional style of ultralight trekking. If using a modern ultralight, walah …. Expensive goods, let alone all of them must be made overseas.
Previously, I say good for mba endah, from bandung .. Once settled in jogja old, while her daughter wrote a beautiful 17-year-old yet, this time climbing to mba endah the way to the top trim is to reply to the 17 time.
Welcome … Congratulations! Pengen photo together, but not kesampean, because of deadlines.
Merapi, one of the mountains are among the most active reply in Indonesia, several times in a matter of years, these mountains have an eruption or the eruption of magma plus beautiful radiance (lava) melt from the crater of this mountain. Of course, never stop for Smooking, the mountain never stop smoking.
Mount wrote in a world record altitude of Vulcano mdpl 2911, has now reached a height of 2968 mdpl (added 54 yards). Of course, the highest peak is the peak according PAJAR south, because its peak is the peak south of eagle.
5 seconds at the top of the south, by the deadline.
Impromptu event, several times mba endah call and in casual conversation, finally tercetus idea to tidy up the post kopdar.
Climbing to trim this time, looks like in those who follow the follow-up mailing list, mba endah from Bandung, I (Kunlun) from tengerang, a’a Iboy from Yogyakarta, Mba Salted Fish of Yogyakarta also, Mas Erwin of Depok and Bogor Bang Arif from .
Sunny Saturday morning, in the small village of dry reply, The people most of the farming and rainfed wet-rice cultivation, wrote a dark night … Gising voice in hot Java, he wrote another great event training for post-harvest paddy wrote most experienced crop failure due to rain wrote very little. The rain kept the hope alive in the earth .. (day of year 2003 environment, the theme “Water and Air WATER ..”)
Cold weather, because’ve make a pact to meeting up temen-temen in Basecamp Highcamp on Jl. Sisingamangaraja, breakfast and dinner mashed sticky rice with vegetables morning oseng characteristic rotten tempeh wonosari lezaat eat well and say goodbye to soon reach the gathering place temen-temen yg want to trim.
Hours 09:30 am, arrived at Basecamp quiet reply .. Where ya at, temen-temen. Ah .. Wait salted fish … I usually take it sticking too late hours and 11 noon, all have gathered.
The journey to the village through Blabak cello – Magelang make their own impression, all the way landscape is very beautiful, looks tidy from the west, where the lava flow is clearly visible. Only through this route. We must ride flatbed transportation to get to the cello. A hawk circling above looking for prey hill. And 15:00 in the afternoon we finally arrived at Selo, go on foot, and offer to mba endah bertandang Narto Mbah home alone.
Trekking trip in accordance with our plan, will be held at night at about 01:00 in the morning. As usual, the choice bobo .. I pake glove bag pouch .. bugulu sleep soundly. Iboy Kang madir sounded up and down and talked to Mas PAJAR reply arrived home late that night Mbah Narto to leave his motorbike. Not to forget mba yg endah likes to tell about many things, including during adventure.
01:00 hours in the morning, while dreams just about to present, we have to get up to start the middle of the night trekking trip cold reply. Leisurely trip up the start, all the way .. Several times we have to break and rest, sometimes occasionally have to stop long. Night journey, not a comfortable journey yg, mba endah started spewing the contents of her stomach and in one after another with erwin.
While I started sweating a little sign of the body begins to function properly.
04:00 hours, we arrived at the cave rock imaginable, making a warm drink and take it easy, then the journey continued and hope dapet sunrise when we arrived at the market .. bubrah In accordance with the plan, finally wrote a beautiful sunrise when we arrived at the market before the morning gubrah.
Smoothed the way to the top of the apparent steep rise in the rocks, I erwin and Asin Mba ican start, here I said to Erwin to keep Mba ‘ican, and said .. If I do not nyampe 08:00 hours I was down just the top .. Because the deadline to 14:30 hours in the terminal’s standby Bannerman Harjo.
Tampa thinking, climbing to the top of a maximal .. Not aware that I looked down, walah .. Erwin and mba ican look so small, I continued to go, and after passing through the holes of small sulfur and wrote me a few stones hot grasp, finally .. Arrived at the top of Garuda, chatted briefly .. Nyari Mas PAJAR, was not there. I asked what time it is, well .. Apparently 06:50 o’clock in the morning. Finally I went to the South Summit, at the top of the south wrote pretty terrifying I think, because it had a slope of nearly 90 degrees to the right cliff crater, also left gaps in wait for victims. Dipuncak this, because I had to quickly come down, I sempatkan only 5 seconds .. Maybe less.
Asked an hour, it was time 07:10 minutes, meaning I had to come down, way down alone. Finally .. I met also with temen-temen diperjalanan down, here I said good-bye to come down first and hope arrive soon in Selo. I dipesenin mba ‘endah to tetep join point imaginable, thanks mba’ titip tetep endah and see if dipuncak PAJAR.
When he arrived at the market gubrah, still sempet asked the people – men, “wrote his name PAJAR there?” Direct PAJAR Mas said, Mas Aris anyway … Finally met also with PAJAR.
I asked many people dipuncak, it was dipuncak PAJAR PAJAR before. The clock 08:15, after eating a small sneak, eventually we both fell.
All the way down tampa break, PAJAR talked about the market, according PAJAR bubrah reply is Satan Market, temennya once lost in 2 days bubrah market, he said the place is indeed a market like earlier times. PAJAR too many stories about strange happenings in the mountains reply by the mountain communities are well-mystery in itself, a story about the grandmother Lampir to the story of Nyi Roro Kidul, ketingalan not complete legends about the mountain communities are among the most active reply in this Java Island.
Unconscious, and a little startled .. There was a small boy followed behind us complete with sickle and a big bunch of grass above his head. When we send first because he was going faster than us, why still ngikuti continue .. Here .. I still have a little candy, I love them all, following half a bottle of aqua, hmm .. Senengnya him. He continued to follow us, finally said .. “name one, etc … When we were invited to stop by, I just say,,, mature nuwon .. sometime later I stopped by yo ..
Finally at 10:15 am in the morning arrived home mbah Narto, in make the heat .. 11:00 hours and by noon, we said goodbye and made mba titip endah pesen et al, I finally passenger Mas PAJAR to Kartusuro.













